Vape – Penyelamat yang Selalu Disalahkan

image : images.google.com


Vape - Menurutlo.com

Rokok dan dampak buruk yang ditimbulkan terhadap perokok dan yang berada di sekitarnya sudah nggak bisa dipungkiri lagi. Pada tahun 2003, seorang apoteker dari China bernama Hon Lik menciptakan rokok elektronik modern, yang sekarang lo kenal dengan sebutar Vape. Tapi, vape ini sendiri belakangan mendapatkan perlakuan yang kurang adil, sering mendapatkan fitnah yang belum tentu benar adanya, dan membuat lo menjauhi alternatif yang menyelamatkan lo dari bahaya rokok konvensional. Gue akan ngasitau ke lo, apa sebenarnya vape itu, dan bagaimana vape bisa berguna bagi lo yang perokok.

Vape atau rokok elektrik adalah sebuah alat yang digunakan oleh perokok aktif sebagai alternatif untuk berhenti dari rokok konvensional (Tembakau), dengan cara memanaskan cairan atau yang kerap dinamai E-Liquid, yang akan berubah menjadi uap yang dikeluarkan oleh vapers (orang yang menggunakan vape). E-liquid ini sendiri pun tidak sekompleks yang lo kira. E-liquid mempunyai komposisi: Propelyn Glycol (PG), Vegetable Gliceryn (VG), Flavoring (Perasa dari liquid), dan Nicotine (nikotin berbentuk cair). Ke empat bahan itu adalah komposisi dari sebuah e-liquid, yaps, cuman empat doang, guys.

PG berfungsi untuk mengikat rasa yang diberikan oleh flavoring, VG berfungsi sebagai senyawa yang menghasilkan cloud atau uap yang lo liat, dan nikotin berbentuk cair yang di campurkan ke dalam sebotol e-liquid dengan varian berbeda. Di Indonesia, varian nikotin yang tersedia mulai dari 3mg, 6mg, 9mg, 12mg. Ada juga jenis nikotin yang dinamakan salt nicotine, dimana jenis nikotin ini adalah jenis nikotin yang bisa lo temukan pada daun tembakau, dan biasanya bervarian mulai dari 25mg-50mg.

Loh, tinggi banget itu kadarnya! Apa ngga apa-apa tuh?

Disinilah perbedaannya, dimana salt nicotine memiliki kadar yang lebih tinggi, dengan tujuan agar pengguna tidak terlalu sering mengonsumsinya. Hanya dipakai sekali atau dua kali, kepuasan nikotin si pengguna sudah tercapai, dan bisa kembali melanjutkan aktivitasnya. Untuk kadar nikotin yang rendah, biasa disebut freebase nicotine, yang biasanya dikemas dalam ukuran botol yang bervariasi, mulai dari 30ml-100ml, dimana salt nicotine paling umum dikemas dalam botol berukuran 15ml, atau dalam beberapa produsen atau brewer dari liquid tersebut menyediakan varian botol 30ml, dimana itu adalah kapasitas terbesar untuk liquid salt nicotine yang pernah gue temuin.

Banyak orang yang sudah mencoba berbagai cara untuk bisa berhenti merokok, mulai dari memakan permen mint, mencoba permen karet nikotin, koyo nikotin, dan berbagai metode lainnya, namun membuahkan hasil yang kurang memuaskan, bahkan beberapa malah kembali menggunakan rokok konvensional. Mengapa demikian? Mengunyah permen karet, atau menempelkan koyo nikotin tidak memuaskan kebiasaan yang mereka selalu lakukan ketika merokok, ini dikenal dengan sebutan oral fixation. Disini lah vape hadir untuk menyelamatkan.

Seperti yang lo semua sudah tau, kalau rokok itu membunuh lo. Hipertensi, serangan jantung, kanker paru-paru, dan lainnya. Sebenarnya para perokok tidak menginginkan itu semua terjadi kepada mereka. Mereka hanya mencari kepuasan nikotin yang mereka dapatkan dari menghisap rokok, tapi karena tar yang dikandung oleh rokok konvensional, perlahan mengendap di paru-paru mereka dan menyebabkan berbagai macam penyakit yang tidak diinginkan. 

Disinilah vape datang untuk menyelamatkan lo para perokok, dimana rokok konvensional dan vape mempunyai perbedaan yang cukup signifikan, dimana perbedaan yang paling kentara adalah metode pengiriman nikotin ke tubuh, dimana metode rokok konvensional adalah dengan cara dibakar, sedangkan vape adalah dengan cara dipanaskan, terdengar mirip, tapi perbedaan nya signifikan.

Proses pembakaran mencipkatan asap, tar, dan karbon monoksida, yang pastinya berbahaya untuk perokok itu sendiri dan orang di sekitarnya, sementara proses pemanasan tidak menghasilkan asap, melainkan uap, sama halnya dengan uap yang dihasilkan waktu lo merebus air, memasak, dan lainnya. Proses pemanasan inilah yang membuat vape menjadi alternatif yang menyelamatkan bagi perokok. 

Public Health England bahkan mengklaim bahwa vape memiliki tingkat keamanan sebesar 95% dibandingkan rokok konvesional. Vape juga memberikan kepuasan oral fixation yang tidak didapatkan dari metode berhenti merokok yang lainnnya, sehingga membuat vape sebagai alternatif berhenti merokok paling efektif di kelasnya. Selain bebas tar, Vape juga tidak mengandung 9000 lebih senyawa berbahaya yang terkandung di dalam rokok konvensional, dan juga sebagai tambahan fitur dari vape, lo bisa memilih rasa yang lo mau dari liquid lo, jadi benar-benar bebas dalam memilih rasa, dimana rokok konvensional hanya terdapat 2 rasa, yakni tobbaco dan mint.

Kandungan nikotin yang terkandung di dalam vape tidak mengandung MAOIsebuah senyawa yang sebenarnya adalah dalang dari kecanduan rokok konvensional, dimana nikotin, jika berdiri sendiri, tidak seadiktif dibandingkan pada rokok konvensional, yang sudah tercampur dengan MAOI dan senyawa berbahaya lainnya, yang membuat efek kecanduan yang luar biasa. 

Nikotin juga adalah senyawa yang sering dituding menyebabkan kecanduan. Pada dasarnya, nikotin benar memiliki sifat adiktif, tetapi levelnya sangat dekat dengan kafein yang terdapat pada kopi dan teh, kedua senyawa ini sama-sama bersifat stimulan, dan keduanya memiliki sifat adiktif, namun yang membuat nikotin pada rokok konvensional terkesan sangat adiktif adalah tercampurnya dengan MAOI dan senyawa berbahaya lainnya.

Tidak sedikit kesaksian vaper yang sudah merasakan sendiri manfaat dari vape sebagai metode untuk berhenti merokok, hampir semua perokok yang mencoba vape dan tetap menggunakannya dan berhenti dari rokok mengalami hal yang sama, yaitu paru-paru mereka perlahan pulih dan setelah 5-8 tahun menggunakan vape sebagai ganti rokok konvensional, paru-paru mereka menjadi kembali bersih bebas tar, dan juga nafas mereka bisa lebih baik dari waktu mereka masih merokok.

Lo juga nggak perlu takut kalau bakal beredar liquid yang abal-abal atau oplosan, karena untuk bagian liquid, sudah ditangani oleh Bea Cukai Indonesia, jadi jika lo mau beli liquid, pastikan ada pita cukainya, lo bakal aman dan sejahtera.

Satu lagi tuduhan yang mau gue lurusin sebelum artikel ini gue akhiri, yaitu tuduhan bahwa “vaping itu merusak paru-paru dan menyebabkan penyakit paru.”

Gue lurusin disini. Hampir semua masalah kesehatan / penyakit yang dituduh gara-gara vape itu adalah akibat kelalaian pemakai itu sendiri. Dan uniknya, kejadian ini hanya terjadi di Amerika. Kenapa demikian? Karena di sana ada liquid yang beredar di pasar gelap yang mengandung THC dan CDB, yaitu senyawa hasil ekstrak tanaman ganja, memang benar adanya kalau e-liquid itu ada yang berjenis demikian, namun kembali lagi, semuanya akan baik-baik saja kalau lo beli liquid dari vape store, atau toko yang terpercaya, dan bukan di dalam gang sempit.

Penyakit vape ini juga disebabkan oleh sebuah senyawa yang bernama Vitamin E Asetat, dimana senyawa ini adalah berbentuk minyak, sedangkan semua e-liquid harus bersifat water soluble atau bisa larut dalam air, sementara liquid yang mengandung vitamin E asetat tidak bisa larut karena bersifat minyak, dan biasa digunakan dalam campuran krim kulit dan sunblock, dan digunakan untuk mengentalkan liquid tersebut, dimana di e-liquid yang asli, yang digunakan untuk mengentalkan liquid tersebut adalah VG, nggak ada yang lain.

Ditulis oleh: @dwogaming


What's Your Reaction?

hate hate
0
hate
lol lol
0
lol
love love
1
love
omg omg
0
omg

0 Comments

Mau Bikin Apa?
Poll
Cerita
Meme
Video