Menghancurkan Perlahan Melalui Silent Treatment, Kok Bisa?


menghancurkan lewat silent treatment

Menghancurkan Perlahan Melalui Silent Treatment, Kok Bisa? – Hallo, Sobat MenLo!

Banyak orang yang bilang kalau diam itu emas. Penyataan itu sih tidak salah, tetapi kalau diam sebagai bentuk hukuman terhadap suatu masalah, patut dicurigai nih. Diam untuk menyelesaikan masalah menunjukan bahwa orang tersebut tidak dapat mengekspresikan perasaannya dengan baik, bahkan terkadang sikap ini dapat menghancurkan seseorang. Kok bisa? Yuk, kita bahas semuanya.

Silent Treatment merupakan tindakan berupa penolakan untuk berkomunikasi secara verbal. Pelaku silent treatment memilih diam untuk menghindari konflik, bisa juga sebagai bentuk hukuman bagi korbannya. Pelaku silent treatment biasanya memilih untuk menghilang, dan mengacuhkan korbannya. Ini dapat berdampak buruk bagi korban dan pelakunya. Bagi pelaku, bisa jadi hal ini sebagai wadah menyalurkan perasaan negatif yang tidak bisa terekspos, juga sebagai wadah balas dendam. Lama-kelamaan sikap ini dapat menghancurkan korbannya secara perlahan. Silent treatment dapat terjadi di semua hubungan, baik hubungan orang tua dengan anak, hubungan dengan pasangan, hubungan dengan teman, bahkan dengan masyarakat sekitar.

Dilansir melalui laman heysigmund.com bahwa silent treatment dapat mengaktifkan area di otak untuk mengaktifkan rasa sakit secara fisik.

Silent Treatment, meskipun singkat, mengaktifkan anterior cingulate cortex - bagian otak yang mendeteksi rasa sakit fisik. Rasa sakit awalnya sama, terlepas dari apakah pengucilannya dilakukan oleh orang asing, teman dekat atau musuh.

Menghancurkan Perlahan Melalui Silent Treatment, Kok Bisa? – Nah, karena diaktifkannya bagian otak yang mendeteksi rasa sakit, perlahan-lahan sikap ini bisa menghancurkan korbannya, terutama jika korbannya merupakan orang yang sensitif. Biasanya akan muncul berbagai spekulasi dari korban terhadap perbuatannya, korban silent treatment bahkan bisa menyalahkan dirinya sendiri terhadap perlakuan yang diterimanya. Wah, bisa-bisa pelakunya bersikap play as victim nih, guys.

“Kok dia diemin aku sih, aku salah apa ya sama dia?”

“Fix, kayanya dia ga suka deh”

“Aku ga penting banget”

“Aku ga berguna”

“Aku salah ngomong ga sih?”

“Semuanya salah aku”

Sampai di titik korban menyalahkan dirinya sendiri terhadap perlakuan yang diterimanya. But, come on, guys! Jika kalian emang ngerasa ga salah apapun, jangan sampai kalian menyalahkan diri kalian sendiri. Bukan salah kamu karena menjadi korban silent treatment dari seseorang, kamu tidak harus meminta maaf kalau memang itu bukan kesalahan kamu. Btw, buat beberapa orang, mereka menggunakan silent treatment sebagai alat untuk menguasai emosional korbannya, lho. So, take care, guys.

Menurut Healthline.com, terdapat beberapa respon yang dapat kamu lakukan jika kamu mengalami perlakuan silent treatment dari seseorang.

1. Lakukan pendekatan secara perlahan, buat mereka memahami sikapnya.

First things you should do, guys. Jika menurut kalian perlakuan mereka tidak biasa dilakukan, kalian bisa coba untuk mendekati pelaku silent treatment, secara perlahan beri tahu mereka kalau kalian peduli sama mereka dan coba ajak mereka untuk berbicara. Karena semua masalah hanya dapat diselesaikan melalui komunikasi, tidak dengan cara lain. Buat seakan-akan kalian berada di posisi mereka, jangan menjudge mereka, kita tidak tau mungkin saja mereka membutuhkan pertolongan.

2. Beri tahu apa yang kalian rasakan.

Kalian bisa juga mengutarakan isi hati kalian terhadap perlakuan mereka ke kalian. Beri tahu bahwa sikap mereka menyakiti kalian dan membuat kalian merasa kesepian. Jelaskan ke mereka kalau menyelesaikan masalah tidak dapat melalui sikap seperti ini.

3. Ignore it.

Acuhkan. Bukan berarti kalian tidak peduli dengan masalah yang terjadi, terkadang juga mungkin pelaku silent treatment tidak bermaksud untuk menyakiti kalian. Mereka hanya membutuhkan waktu untuk sendiri. Jadi, biarkan saja. Kalian bisa membiarkannya saja sampai semuanya kembali seperti semula, baru kalian dapat membahasnya. Bisa juga, pelaku silent treatment mengingkan sesuatu hal dari kalian sehingga mereka bersikap dengan seenaknya. Jangan sampai terlena sobat, jangan berikan apapun yang mereka inginkan.

4. Tawarkan solusi.

Berikan solusi, seperti apa yang harus kalian lakukan jika terjadi situasi yang memanas di antara kalian. Serta kalian harus bersepakat bahwa apapun masalah yang terjadi, tidak ada tindakan silent treatment. Jelaskan apa yang kalian inginkan, dengarkan apa yang orang lain inginkan dari kalian, berkomunikasi dengan efektif tanpa menyebabkan kesalahpahaman.

5. Tetapan batasan tegas untuk diri kalian.

Kalian harus menetapkan tindakan apa saja yang sekiranya masih dapat kalian toleransi. Jika ini sudah keterlaluan, kalian berhak untuk berhenti. Tindakan semena-mena mereka terhadap diri kita tidak harus kita terima begitu saja. Kalian masih memiliki hak untuk melindungi diri kalian sendiri. Its over, dude.

Well, tidak semua solusi dapat berjalan lancar, bahkan untuk beberapa kasus, solusi ini tidak berdampak dengan baik. Tetapi, ada beberapa hal yang harus kalian hindari juga jika menghadapi silent treatment nih, yaitu :

  1. Merespon dengan amarah.
  2. Mengemis maaf, padahal bukan kalian yang salah.
  3. Berspekulasi negatif terhadap diri kalian terhadap sikat yang kalian terima.
  4. Merasa tersinggung karena tidak seharusnya mereka melakukan itu ke kalian.
  5. Mengancam untuk mengakhiri hubungan.

Baca Juga : Apa itu Good Girl Syndrome? Bahaya Gak Sih?

Kalian harus mengingat satu hal, kalian lebih baik dari pelaku silent treatment. Jangan jadikan sikap mereka untuk membuat kalian dendam dan menghancurkan diri kalian sendiri, bahkan menghancurkan orang lain. Kalian tahu batas toleransi dan waktu untuk berhenti. Apapun yang terjadi, tetap semangat! Tetap berfikir positif, walaupun itu menyakitkan.

XOXO

@ohmy.nana

Sumber gambar : https://pixabay.com/id/illustrations/karikatur-lukisan-keheningan-mulut-5123407/


What's Your Reaction?

hate hate
0
hate
lol lol
0
lol
love love
0
love
omg omg
0
omg
Najla Amelia

0 Comments

Mau Bikin Apa?
Poll
Cerita
Meme
Video