Kemeriahan Hari Raya Chuseok : Menengok Makna Dibaliknya


Tepat hari ini (30/09) Korea Selatan merayakan hari raya Chuseok. Perayaan tersebut merupakan sebuah festival panen utama dan hari libur nasional selama tiga hari di Korea Selatan yang dirayakan secara besar-besaran. Oleh karena karena itu Chuseok merupakan sebuah perayaan terpenting untuk negara gingseng tersebut serta menjadi  salah satu dari tiga hari libur besar Korea, bersama dengan Seollal (Hari Tahun Baru Imlek) dan Dano (hari ke-5 dari bulan lunar ke-5). 

Biasanya untuk penggemar KPOP sendiri sudah tidak asing lagi dengan istilah hari raya Chuseok ini. Karena pada hari itu lah, banyak artis korea yang menyapa penggemar di seluruh dunia melalui sosial media, bahkan mengadakan acara-acara tersendiri untuk memperingati hari raya Chuseok seperti mengenakan pakaian tradisional Korea yaitu Hanbok.

Sebenarnya apa sih hari raya Chuseok itu?

Merujuk pada asal katanya Chuseok atau juga disebut sebagai hangawi, kata Han berarti “besar” dan gawi berarti ‘ides dari bulan ke-8 atau musim gugur”. Dimana berdasarkan kalender lunar, bulan panen, bulan purnama terbesar dalam setahun, yang muncul pada tanggal 15 bulan kedelapan.

Oleh karena itu, Chuseok atau hari Thanksgiving Korea pada tahun 2020 ini jatuh pada tanggal 1 Oktober.  Karena hari sebelum dan sesudahnya juga bagian hari libur, maka periode libur tahun ini adalah dari tanggal 30 September sampai 4 Oktober termasuk akhir pekan.

Merujuk pada buku bertajuk Koreana – Auntumn 2013 yang diterbitkan oleh The Korean Foundation Indonesia pada bab tentang musim gugur menuliskan bahwa bagi bangsa Korea, musim gugur adalah kisah lain tentang alam. Kerimbunan dedaunan perlahan menampakkan kecantikannya. Walaupun bukan waktunya bermekaran, seperti yang terjadi pada musim semi pada momentum Chuseok ini daun-daun mulai mengalami perubahan menjadi warna-warni yang membuat manusia berdecak kagum melihat kecantikan alam tersebut.

Bahkan tidak jarang, hutan dan gunung baik di pelosok Seoul atau di luar itu akan diserbu oleh masyarakat Korea yang menyukai keindahan alam. Bahkan keluarga di korea pun memanfaatkannya untuk berkemah sambil menikmati panorama daun yang warna-warni, hembusan langit sejuk dan langit biru yang tanpa awan.  Hal tersebut menjadi momentum untuk masyarakat korea merasakan akhir dari musim gugur, untuk perlahan alam akan memasuki musim salju.

Chuseok Menjadi Ajang Kumpul Keluarga Dan Menghormati Leluhur

Perayaan besar bagi masyarakat korea ini merupakan sebuah ajang untuk berkumpul bersama anggota keluarga, baik keluarga dekat ataupun keluarga jauh akan berkumpul untuk berbagi makanan dan cerita serta mengucapkan terima kasih kepada leluhur mereka. 

Di pagi hari Chuseok, anggota keluarga berkumpul di rumah mereka untuk mengadakan upacara peringatan yang disebut charye untuk menghormati leluhur mereka. Tradisi Charye secara formal diadakan dua kali setahun: selama Seollal dan Chuseok. Selama Chuseok’s charye, beras yang baru dipanen, alkohol, dan songpyeon (kue beras setengah bulan) disiapkan sebagai persembahan untuk leluhur keluarga. Setelah kebaktian, anggota keluarga duduk bersama di meja untuk menikmati makanan lezat.

Kebiasaan tradisional Chuseok lainnya adalah Seongmyo, atau kunjungan ke makam leluhur. Seongmyo ini merupakan sebuah tradisi lama masyarakat Korea yang masih dilakukan sebagai rasa hormat dan penghargaan kepada keluarga leluhur. Seongmyo ini dilakukan oleh anggota keluarga dengan membersihkan gulma atau tanaman-tanaman liar di sekitar kuburuan serta memberi penghormatan kepada almarhum dengan upacara peringatan sederhana.

Dua hal tersebut jika kita kaitkan dengan tradisi hari raya yang ada di negara Indonesia juga ya guys. Misalnya saja Lebaran, Imlek atau Hari Natal lo semua pada kumpul bareng kelurga sambil makan enak dan ziarah ke makam keluarga juga kan?

Mengintip Kemeriahan Tradisi Chuseok Korea

Menjadi sebuah perayaan panen dan kelimpahan, pada periode liburan Chuseok oleh bangsa Korea dibuat meriah dengan berbagai hiburan dan permainan rakyat seperti samulnori (kuartet perkusi tradisional), talchum (tari topeng), ganggangsullae (tarian melingkar Korea), dan ssireum (gulat tradisional Korea). ).

Ganggangsullae dilakukan selama perayaan hari ke-15 dari kalender lunar pertama korea atau disebut dalam bahasa koreanya adalah Jeongwol dan Chuseok. Dalam tarian ini, wanita yang mengenakan hanbok bergandengan tangan membentuk lingkaran besar dan bernyanyi bersama pada malam bulan purnama pertama dan pada saat Chuseok.

Tarian ini memiliki asal usul cerita sejarah yang paling terkenal bahwa tarian tersebut berasal dari masa dinasti Joseon sekitar tahun 1392-1910. Pada saat itu tentara korea biasa mendandani para wanita muda desa dengan seragam militer dan menyuruh mereka mengelilingi pegunungan untuk memberikan penampilan. Hal itu menjadi taktik menakukan musuh dengan membuat formasi militer Korea yang lebih banyak jumlahnya daripada musuh Sehingga tentara korea bisa mendapatkan kemenangan berkat  taktik menakut-nakuti ini.

Selain itu hiburan yang biasa ditampilkan pada perayaan hari besar Chuseok di Korea Selatan ada sebuah hiburan tradisional bernama Ssireum. Penampilan ini merupakan sebuah pertandingan gulat satu lawan satu yang membutuhkan kekuatan dan keterampilan pemainnya yang diadakan di lubang pasir melingkar.

Wah seru banget ya gais perayaan Chuseok di Korea, kalau lo punya kesempatan pergi ke Korea waktu Chuseok lo paling mengingkan untuk menyaksikan hiburan apa nih?

Sumber : Visit Korea dan Buku Koreana- Auntumn terbitan The Korean Foundation – Indonesia tahun 2013

Nama instagram : @meuthiaa18

 

Baca Juga :

Oppa Drakor Check! Mana Pacar Khayalan Lo?


What's Your Reaction?

hate hate
0
hate
lol lol
0
lol
love love
0
love
omg omg
0
omg

0 Comments

Mau Bikin Apa?
Poll
Cerita
Meme
Video