Ini yang Terjadi Ketika Lo Nggak Tidur Berhari-hari


Efek nggak tidur berhari-hari
Nggak tidur berhari-hari bisa menimbulkan banyak efek negatif. (Ilustrasi: Unsplash)

Beberapa dari kita pasti pernah ada di saat-saat di mana terpaksa harus begadang. Mungkin ngerjain tugas kuliah, ngerjain kerjaan yang deadline-nya udah mepet, atau malah nonton siaran langsung sepak bola. Tapi, kurang tidur atau nggak tidur sama sekali dalam waktu yang lama nggak baik, guys, untuk tubuh kita. Terus sebenarnya apa, sih, yang terjadi sama tubuh kita ketika nggak tidur berhari-hari?

Menurut laman resmi Kementerian Kesehatan Indonesia, secara umum, kurang tidur dapat menyebabkan beberapa ancaman, seperti:

  • Hilangnya fokus dan konsentrasi
  • Memburuknya kondisi kesehatan tubuh, termasuk meningkatnya risiko obesitas
  • Meningkatnya stres dan lebih mudah lupa

Tapi, ancaman ini nggak muncul serta-merta, guys, melainkan berkembang seiring waktu. Semakin lama Lo kurang tidur atau ngga tidur sama sekali, efeknya akan semakin parah dan sulit untuk disembuhkan. Berikut penjelesan mengenai apa aja yang terjadi ketika Lo nggak tidur berhari-hari.

Menurut Healthline, setelah 24 jam atau 1 hari Lo nggak  tidur, belom akan kelihatan efek bagi kesehatan yang parah. Paling umum, sih, Lo akan ngerasa capek. Tapi, akan muncul juga beberapa simtom, termasuk rasa ngantuk yang cukup susah dilawan, capek, tremor, lebih sensi, dan kantong mata. Belom terlalu parah, lah, ya kelihatannya.

Lalu, setelah Lo nggak tidur selama 36 jam, simtom-simton yang muncul jadi lebih parah dan keinginan untuk tidur juga jadi lebih mendesak. Di tahap ini, Lo mungkin banget mengalami yang namanya microsleep atau keadaan di mana Lo tiba-tiba ketiduran selama beberapa saat, biasanya paling lama sampai 30 detik.  Ini bahaya banget, guys, apalagi kalau Lo tetap harus berkendara selama periode ini. Masih menurut Healthline, di tahap ini beberapa bagian otak akan sulit berkomunikasi satu dengan lain, sehingga akan muncul simtom seperti kesulitan konsentrasi, jad lebih sering bikin salah, dan daya ingat yang terganggu. Beberapa gejala fisik yang juga muncul, yaitu kelelahan ekstrem dan sistem imun yang mungkin menurun.

Terus apa yang terjadi ketika Lo nggak tidur selama 48 jam atau 2 hari? Udah termasuk kondisi ekstrem, nih. Kemungkinan Lo mengalami miscrosleep makin besar di tahap ini. Nggak Cuma itu, Lo juga mungkin mulai berhalusinasi di tahap ini, yaitu melihat, mendengar, atau merasakan sesuatu yang sebenernya nggak ada.  Hiii, ngeri, kan?

Lanjutin deh, yuk, “begadang”nya. Setelah 72 jam atau 3 hari nggak tidur, rasa kantuk udah nggak tertahankan lagi di tahap ini, dan Lo akan makin sering mengalami microsleep. Gangguan mental lain seperti delusi juga mungkin muncul.

Setelah itu, setelah nggak tidur selama 96 jam atau lebih, Lo mulai mengalami kesulitan membedakan realita dan khayalan. Semakin bahaya aja, nih.

Masih menurut Healthline, memulai waktu tidur yang teratur selama 7-8 jam setiap malamnya sudah bisa membantu mengurangi berbagai simtom di atas. Tapi, pada beberapa kasus, Lo mungkin perlu pergi berobat, dan dokter bisa jadi menganjurkan untuk mengonsumsi obat-obatan yang bisa bantu Lo tidur dengan lebih teratur.

Begadang
Begadang jangan begadang
Kalau tiada artinya

Jadi, ternyata bener kata Bang Haji Rhoma Irama, nggak usah begadang, deh, kalau nggak perlu-perlu amat. Bulatkan niat mulai sekarang buat lebih perhatiin kesehatan dengan tidur yang cukup, ya!

Cek juga artikel-artikel tentang kesehatan lainnya!

Bahaya Air Dingin

Teh Atau Kopi Yang Lebih Baik Di Pagi Hari


What's Your Reaction?

hate hate
0
hate
lol lol
1
lol
love love
0
love
omg omg
0
omg
dmrsk

0 Comments

Mau Bikin Apa?
Poll
Cerita
Meme
Video